6/07/2017

Garam dan Gaya Hidup Sehat


Garam dan Gaya Hidup Sehat

Garam dan Gaya Hidup Sehat. Hai sahabat, Garam seringkali diperdebatkan karena perannya dalam memicu tekanan darah tinggi. Meskipun begitu, tidak berarti Anda harus menghindari garam sepenuhnya. Garam sangat penting dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Seperti yang Anda tahu, lebih dari 60% tubuh manusia terdiri dari air. Cairan ini terdapat dalam darah, sistem limpa dan sel-sel dalam tubuh. Agar tubuh bisa berfungsi dengan benar, maka jumlah air di dalam dan di luar sel-sel harus seimbang. Dan proses menjaga keseimbangan ini merupakan hasil kerja sodium bekerja sama dengan khlorida, kalium dan fosfat. Jadi, garam tidak harus dihindari tetapi dikonsumsi sesuai dengan anjuran.

Terlalu banyak sodium
Sahabat, artikel kesehatan. Rata-rata orang memerlukan kurang dari 1 gram sodium (setara dengan 2.5 gram garam) per hari, agar tubuh bisa berfungsi dengan benar. Akan tetapi, gaya hidup modern yang kaya dengan fast food kadang membuat kita tidak sadar mengonsumsi garam 5 kali lebih banyak daripada jumlah yang dianjurkan.
Berbeda dengan vitamin C, kita tidak bisa mengeluarkan kelebihan garam yang sebenarnya tidak diperlukan tubuh. Karena itu, setiap kelebihan jumlah garam yang dikonsumsi akan diserap ke dalam cairan tubuh. Jika darah kelebihan sodium, maka cairan dalam sel-sel akan ditarik untuk mengencerkan darah. Semakin banyak garam yang Anda konsumsi, maka akan semakin banyak air yang ditarik dari dalam sel-sel. Akibatnya, Anda akan merasa haus. Hal ini akan memicu Anda menambah konsumsi air sehingga Anda kelebihan cairan hingga beberapa liter. Kelebihan cairan ini akan menambah beban sistem pembuluh darah dan jantung. Ini merupakan penyebab umum tekanan darah tinggi.
Terlalu sedikit sodium
Tidak hanya kelebihan sodium yang jadi masalah. Kekurangan sodium juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan sistem tubuh. Ketidakseimbangan ini akan menyebabkan gejala-gejala seperti otot sakit, keletihan, anoreksia, muntah bahkan kebingungan mental.
Kekurangan sodium, meskipun kasusnya jarang, biasanya terjadi pada mereka yang berkeringat berlebih. Hal ini karena mereka mengeluarkan sodium bersama keringat. Hal ini biasanya dipicu oleh latihan terus-menerus. Jika Anda mengalami hal ini, Anda mungkin memerlukan tambahan garam untuk memenuhi kebutuhan sodium Anda.
Tip Kurangi sodium dari diet
Jika ingin mengurangi jumlah konsumsi sodium, mulailah memasak di rumah. Dengan begitu, Anda secara langsung bisa membatasi jumlah garam yang digunakan saat memasak. Kedengarannya bukanlah pilihan yang bagus, tapi begitu Anda terbiasa, memasak adalah hal yang menyenangkan.
Belilah sayuran segar dan sebisa mungkin hindari sayuran kalengan yang mengandung garam. Saat memasak, hindari menaburkan garam dalam jumlah banyak. Jika tidak tahan tanpa garam, ada baiknya mengoleskan sedikit margarin yang mengandung garam sebagai gantinya.
Lebih baik menggunakan unggas, ikan, serta daging segar dibandingkan daging atau ikan olahan.
Lebih baik menggunakan bahan yang mengandung garam dibandingkan garam itu sendiri. Misalnya, jika tidak tahan makan telur rebus tanpa garam, tambahkan sedikit mentega yang mengandung garam sebagai penambah rasa.
Gunakan herbal, rempah-rempah serta perasa bebas garam untuk dicampurkan ke dalam makanan saat memasak.
Cucilah makanan kalengan terlebih dahulu, misalnya tuna, untuk membersihkan kandungan sodiumnya.
Pilihlah sereal siap saji yang rendah sodium.
Jika Anda mengonsumsi makanan yang kaya sodium, seimbangkanlah dengan menambah makanan yang kaya kalium, seperti buah dan sayuran segar.
Jika harus menggunakan garam saat memasak, tambahkan garam ketika proses memasak hampir selesai. Cara ini bisa menghindarkan Anda dari penggunaan garam berlebih. Semakin lama makanan dimasak, rasa garam akan semakin tersamar. Tetapi, rasa asin semakin terasa setelah proses memasak selesai.
Kurangi konsumsi garam Anda secara perlahan. Rasakan makanan sebelum menambah garam, dan tambahkan seperlunya saja. Ukurlah jumlah garam yang biasanya Anda gunakan untuk makanan tertentu, kemudian kurangi hingga 25%. 2 minggu kemudian, kurangi lagi jumlah yang Anda gunakan hingga 25%, dan seterusnya, sampai Anda nyaman makan tanpa garam. Cara ini akan membantu indera perasa Anda terbiasa dengan variasi makanan yang kurang garam.

Ditulis Oleh : Raden Alie

Artikel Garam dan Gaya Hidup Sehat ini diposting oleh Raden Alie pada hari 6/07/2017. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar Facebook Dan Blogger.

Silahkan comentar melalui Facebook

0 komentar:

Posting Komentar