6/11/2017

Penyakit Bronchitis Kronis


Bronchitis adalah penyakit pernapasan dimana selaput lendir pada saluran-saluran bronchial paru meradang. Ketika selaput yang teriritasi membengkak dan tumbuh lebih tebal, ia menyempitkan atau menutup jalan-jalan udara yang kecil dalam paru-paru, berakibat pada serangan-serangan batuk yang disertai oleh dahak yang tebal dan sesak napas.  

Bronchitis suatu penyakit yang ditandai adanya dilatasi (ektasis) bronkus lokal yang bersifat patologis dan menahun. Perubahan bronkus tersebut disebabkan oleh perubahan-perubahan dalam dinding bronkus berupa destruksi elemen-elemen elastis dan otot-otot polos bronkus. Bronkus yang terkena umumnya bronkus kecil, sedangkan pada bronkus yang besar jarang terjadi.

Penderita penyakit bronkitis kronis pada saat yang sama juga biasanya mengalami penyakit emfisema paru, dalam keadaan lanjut penyakit ini sering menyebabkan obstruksi saluran nafas yang menetap yang sering dinamakan cronik obstructive pulmonary disease (COPD). 

Di Indonesia belum ada laporan pasti tentang angka-angka yang pasti mengenai penyakit ini. Kenyataannya penyakit ini sering ditemukan diderita baik oleh laki-laki maupun wanita. Penyakit inipun dapat diderita mulai dari anak sampai orang dewasa.

Untuk menghindari penyakit bronkitis yang lebih parah, kenali ciri-ciri penyakit bronkitis di bawah ini sehingga penanganannya bisa lebih awal, diantaranya adalah :
  • Adanya batuk berdahak yang berlangsung lama
  • Demam, segala macam penyakit kebanyakan menyebabkan demam, hal ini disebabkan terjadinya perlawanan terhadap penyakit oleh imun tubuh.
  • Lemas
  • Berat badan turun
  • Tidak nafsu makan
  • Berkeringat malam
  • Sesak atau nyeri di dada saat batuk
  • Tak jarang batuk juga disertai percikan darah
Ciri-ciri penyakit bronkitis yang paling umum adalah tidak punya nafsu makan dan mengalami demam. Kebutuhan energi yang meningkat tanpa disertai asupan makanan yang cukup tentu menyebabkan tubuh kekurangan energi. Pada orang yang kekurangan gizi, cadangan lemak dan karbohidrat mungkin tidak ada atau tidak mencukupi, sehingga tubuh terpaksa memecah protein dari jaringan otot, misalnya. Akibatnya, pasien akan semakin kurus karena kehilangan massa ototnya.

Namun untuk memastikan diagnosis bawah seseorang menderita penyakit bronkitis, tidak bisa hanya dilihat dari ciri-ciri penyakit bronkitis. Melainkan harus dilakukan pemeriksaan laboratorium, sehingga seseorang bisa diketahui dengan pasti apakah dia menderita bronkitis atau tidak. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memeriksa dahak penderita ke laboratorium apakah mengandung kuman atau tidak. Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan foto rontgen dada, meskipun ini bukan yang utama.

Demikian Artikel Penyakit Bronchitis Kronis semoga bermanfaat

Sumber dari berbagai referensi...

Ditulis Oleh : Raden Alie

Artikel Penyakit Bronchitis Kronis ini diposting oleh Raden Alie pada hari 6/11/2017. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar Facebook Dan Blogger.

Silahkan comentar melalui Facebook

0 komentar:

Posting Komentar